Pacaran
Pandangan Islam
Terlebih dahulu saya ingin
mengingatkan bahwa pedoman hidup umat Islam di dunia ini adalah Al-Qur’an dan
Sunnah ( Hadist ). Di dalamnya telah menjelaskan secara sempurna tentang
jalan-jalan yang benar untuk menjauhkan kita dari segala kesesatan, seperti
yang di sampaikan baginda Nabi saw. khutbahnya saat di arafah pada haji wadak: “camkanlah kata-kataku, saudara-saudara, karena
aku telah menyampaikan kepada kalian. Dan, telah kutinggalkan untuk kalian
sesuatu, yang jika kalian pegang teguh, pasti kalian tidak akan pernah sesat
selamanya. Sesuatu yang sudah jelas bagi kalian, yaitu kitab Allah dan sunnah
Nabi-Nya.”
Memang dalam Al-Qur’an dan hadist
tidak tertulis dengan kata “pacaran” dan larangannya, tetapi banyak dalil yang
dengan tegas melarang tentang pacaran karena berdasarkan aktivitas dalam
pacaran.
“Jangan mendekati zina, sesungguhnya
(zina) itu suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra ayat
32). Dengan memahami ayat
tersebut, sungguh begitu besar kasih sayang Allah pada hamba-Nya, karena Allah
tahu jika manusia mendekatinya maka di khwatirkan akan jatuh dan tenggelam
dalam perbuatan zina itu. Berkaitan dengan ayat ini seorang
ahli tafsir,
-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As
Sa’di –rahimahullah- :
mengatakan dalam
tafsirnya, “Larangan mendekati suatu perbuatan nilainya lebih daripada
semata-mata larangan melakukan suatu perbuatan karena larangan mendekati suatu
perbuatan mencakup larangan seluruh hal yang dapat menjadi pembuka/jalan dan
dorongan untuk melakukan perbuatan yang dilarang”,
- Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ’Utsaimin –rahimahullah-, :
“termasuk dalam ayat
ini larangan melihat wanita yang bukan istrinya, mendengarkan suaranya,
menyentuhnya, sama saja apakah ketika itu dia sengaja untuk bersenang-senang
dengannya ataupun tidak”
dengan
pejelasan ayat di atas dan pendapat para ulama tentu sudah jelas bahwa pacaran
hukumnya tidak boleh alias HARAM.
Dalam surah Al-Isra dengan jelas
tentang larangan mendekati zina, coba bayangkan mendekati saja sudah dilarang
bagaimana kalau melakukannya. Coba perhatikan lagi dalam Shahihain dari Abu Hurairah Radhiyallahu
‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah telah
menetapkan bagi setiap anak Adam bagiannya dari zina, ia mengalami hal tersebut
secara pasti . Mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah
mendengar, lisan zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang dan
kaki zinanya adalah berjalan dan hati berhasrat dan berangan-angan dan hal
tersebut dibenarkan oleh kemaluan atau didustakan”. (HR. Muslim, no.6925). nah..
dalam hadist ini secara jelas juga menyebutkan sebagian dari zina yang menyangkut
dengan aktivitas pacaran. Dan pacaran tidak pernah lepas dengan yang namanya
menyentuh, misalnya pegangan tangan, berpelukan, bergandengan tangan, -maaf-
bahkan ada yang ciuman dan berhubungan Intim. Na’udzubillah…
Yang
mengkhwatirkan aktivitas semacam itu diaggap lumrah di kalangan anak muda zaman
sekarang dalam hal berpacaran. Tanpa rasa malu serta berdosa memamerkan kemesraannya di depan publik padahal mereka
belum halal alias tidak ada ikatan pernikahan.
Cuma…
Kata
ini sering menjadi alasan agar pacaran itu di bolehkan, misal :
-
Cuma
pegangan tangan
Ingat shahihain dari
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu ,
Rasulullah mengatakan bahwa “…tangan
zinanya adalah memegang…” dan perhatikan hadist dari Ma’qil bin Yasar
ra : “andaikan
kepala seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya
daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ar-Ruyani dalam
Musnadnya no.1282, Ath-Thabrani 20/no. 486-487 dan al-Baihaqi dalam syu’abul
Iman no. 4544 dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Abani dalam Ash-Shahihah no. 226 ).
Sudah jelaskan pegangan tangan itu hukumnya haram dalam Islam karena
sebagian dari zina dan Allah dengan keras melarang mendekati zina apalagi
melakukannya. Selain itu lebih baik kepala kita ditusuk jarum besi daripada
menyentuh yang tidak halal bagi kita termasuk pegangan tangan, itu berati bahwa
balasan untuk orang yang menyentuh yang bukan mahramnya lebih pedih dikepala
yang ditusuk dengan jarum besi. Pacaran
zaman sekarang bahkan ada terutama laki-laki
yang berani memegangan selain tangan ( sebut saja meraba-raba ) apalagi dengan
Suasana gelap dan sunyi. Na’udzubillah..
-
Cuma
berdua-duaan kok!
Rasulullah SAW sudah
menegaskan tentang khalwat (berdua-duaan dengan bukan dengan mahramnya ) dalam
hadist; “janganlah salah seorang dari
kalian berkhalwat dengan seorang wanita, karena sesungguhnya setan menjadi yang
ketiga di antara mereka berdua.” (HR Ahmad, Ibn Hibban, Al-Thabrani, dan
Al-Baihaqi) dan “Barang siapa beriman
kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia berkhalwat dengan na seorang
wanita tanpa ada mahram wanita tersebut karena setan menjadi yang ketiga di
antara mereka berdua” (HR. Ahmad)
Mungkin ada yang
berkomentar “masa berdua-duaan aja nggak boleh “ saya ingin jawab “ iya, nggak
boleh”. Ketika tengah berdua-duaan dengan si pacar , yakin tidak berpikir aneh-aneh
dengan suasana sunyi dan gelap menjadi kesempatan tepat untuk berpegangan,
meraba-raba, dll. Bukankah itu semua atas nafsu semata atas bisikan setan. Dan
tanpa diragukan memang inilah kenyataannya bahwa gaya pacaran zaman sekarang
benar-benar memalukan. Moment berdua-duaan inilah yang selalu menjadi
kesempatan laki-laki bejat untuk melancarkan aksinya tanpa memikirkan kerugian apa
yang akan terjadi. Memang sih laki-laki tidak tampak bekasnya, nah kalau
perempuan apa bisa di sembunyikan ? kalau perempuan ibarat piring yang pecah,
lalu menyatukan kembali pecahannya itu dengan lem tetapi bekas pecahannya tetap
berbekas.
-
Cuma
lewat telepon aja kok, via sms aja kok, bbm aja kok..
Jangan lantaran hanya
lewat via telepon, sms dll lalu mengatakan “Cuma” , apa yakin dalam obrolan itu
tidak mengeluarkan kata-kata yang menggairahkan nafsu, mengeluarkan kata-kata
yang tidak berguna. Hingga akhirnya keluarlah kata-kata yang bernafsu contoh “
udah makan sayang..?” dengan nada lembut, ada lagi “sebelum tutup telponnya,
ciuman untuk saya mana sayang ?” meminta dengan penuh nafsu. Inilah kenyataan
yang memang terjadi cara berkomunikasi
dengan si pacar di telepon, dan inilah yang pernah saya temui. Adapun dengan
via sms, bahkan ada yang memajangnnya di dinding facebooknya, kalimat sayang
serta menyertakan nama si pacar lalu di penuhi dengan emoticon seperti ‘kiss’,
‘hug’, ‘love’, dll…
Ibnu Baththal berkata
=> Melihat dengan syahwat, berbicara
secara vulgar, dan membayangkan sesuatu disebut ‘zina’ karena semua perbuatan
di atas merupakan faktor pendorong terjadinya zina yang hakiki. Terkadang ,
penyebab suatu perbuatan itu diberi nama dengan perbuatan itu sendiri karena
keduanya memiliki keterkaitan.( Syarh Bukhari oleh Ibnu Baththal,19:414)
-
Aku
cinta dan sayang sama dia..
Teman-temanku yang
hebat, cinta itu fitrah dari Allah SWT, dan Allah menganjurkan kita untuk
saling mencintai sesama. Bukan berarti karena cinta kamu harus mengajaknya
pacaran, apakah kamu tidak peduli dengan masa depannya ?. Apakah kamu ingin
menodai kesucian hatinya ?.
Jika kamu mencintainya
nikahi dia karena menikahlah cara yang satu-satunya diridhoi oleh Allah untuk
mengatasi syahwat kita, kalau memang belum siap maka sabar dan tabahlah. Cukup
berdo’a lalu memohon untuk menjodohkanmu dengan wanita yang lebih baik darinya.
Apalagi jika kamu masih harus fokus dengan studimu, maka selesaikanlah studimu
lalu kejarlah cita-citamu, menjadi orang yang mapan lalu lamarlah pujaan
hatimu.
Ada juga yang pacaran
dan memang tidak pernah berbuat aneh-aneh dengan pacarnya, seperti berpelukan,
pegangan tangan, apalagi menciumnya tidak pernah dilakukannya. Meskipun
demikian kamu lakukan dengan pacarmu tetaplah tidak boleh, kenapa ? karena kita
di perintahkan untuk menjaga hati jangan sampai terjadi perzinaan yaitu zina
hati, Allah menciptakan hati itu hanya untuk mengingat-Nya tidak boleh hati itu
untuk mengingat selain Allah, apalagi sampai menimbulkan rasa rindu yang
berlebihan. Jika kita memikirkan orang tua itu adalah karena Allah dan memang
Allah memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika kita
memikirkan sekolah itu adalah perintah Allah untuk menuntut ilmu terutama
Agama, memikirkan rezeki itu juga kerena Allah karena kita diperintahkan untuk
menjemput rezeki dankarunia-Nya. Jadi tentu kita tidak boleh memikirkan sesuatu
yang hanya didasarkan rasa rindu kepada wanita/laki-laki yang belum halal bagi
kita, dan nafsu belaka.
Ibnu
Taimyah berkata : “jika seseorang memikirkan sesuatu hingga lupa pada Allah
maka seakan-akan ia telah memiliki Tuhan
baru”
Buat apa pacaran jika
hanya maksiat, jika kita selalu berdiri pada pendirian kita dan meninggalkan
karena takut maksiat maka Allah SWT akan menggatikan yang lebih baik.
Teman-temanku yang hebat, hayoo.. mulai sekarang kita tinggalkan “pacaran”,
buat apa kita mempertahankannya jika hanya mengantarkan pada keburukan. Kita
sudah tahu bahwa sejatinya pacaran hanyalah mendekatkan diri kita pada
kemaksiatan, kenikmatan sesaat, bahkan zina. Zina yang merupakan dosa besar di
sisi Allah SWT. Allah maha penyayang tentulah Allah akan menjauhkan hamba-Nya
kepada hal-hal yang merugi, Allah yang memberikan petunjuk yang jelas yaitu
Al-Qur’an, bukalah dan bacalah Al-Qur’an maka kamu akan menemukan bukti kasih
sayang-Nya, salah satunya yang berkaitan dengan pembahasan pada bagian ini
ialah “ memerintahkan kita untuk menjauhi ZINA”.