Senin, 15 September 2014

Puisi Untuk sahabat @SMK

     Rinduku Kawan    (by Muhammad Dedi Jabir )

Ruangan yang tak seberapa luasnya
Panas dingin itulah hiasan ruangan itu
Penuh dengan sang pemimpi, tiada surut semangat
Kebersamaan itulah cahaya ruangan itu

Kini kita berpencar dalam negeri yang sama, kawan…
Dibatasi kota, laut, samudera yang berkilo jaraknya
Tetapi semua terasa dekat
Dalam persahabatan menjadi saudara

Kala waktu sibuk, tak ada sempat menyapamu
Aku bukan melupakan dirimu
Ketahuilah, kawan…
Ada rindu dalam hatiku

Do’a bukanlah individu
Tapi Do’a untuk kebahagiaan bersama
Berharap mimpi menjadi nyata
Mengisi bagian dari perjalanan.

Jangan tertipu oleh dunia, kawan….
Bila hidup dalam memilki
Tataplah mereka dibawah
Berharap kebaikan tangan kananmu


Kawan… aku rindu 

Pacaran Pandangan Islam

Pacaran Pandangan Islam
            Terlebih dahulu saya ingin mengingatkan bahwa pedoman hidup umat Islam di dunia ini adalah Al-Qur’an dan Sunnah ( Hadist ). Di dalamnya telah menjelaskan secara sempurna tentang jalan-jalan yang benar untuk menjauhkan kita dari segala kesesatan, seperti yang di sampaikan baginda Nabi saw. khutbahnya saat di arafah pada haji wadak: “camkanlah kata-kataku, saudara-saudara, karena aku telah menyampaikan kepada kalian. Dan, telah kutinggalkan untuk kalian sesuatu, yang jika kalian pegang teguh, pasti kalian tidak akan pernah sesat selamanya. Sesuatu yang sudah jelas bagi kalian, yaitu kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya.”
            Memang dalam Al-Qur’an dan hadist tidak tertulis dengan kata “pacaran” dan larangannya, tetapi banyak dalil yang dengan tegas melarang tentang pacaran karena berdasarkan aktivitas dalam pacaran.
            “Jangan mendekati zina, sesungguhnya (zina) itu suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra ayat 32). Dengan memahami ayat tersebut, sungguh begitu besar kasih sayang Allah pada hamba-Nya, karena Allah tahu jika manusia mendekatinya maka di khwatirkan akan jatuh dan tenggelam dalam perbuatan zina itu. Berkaitan dengan ayat ini seorang ahli tafsir,
-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di –rahimahullah- :
mengatakan dalam tafsirnya, “Larangan mendekati suatu perbuatan nilainya lebih daripada semata-mata larangan melakukan suatu perbuatan karena larangan mendekati suatu perbuatan mencakup larangan seluruh hal yang dapat menjadi pembuka/jalan dan dorongan untuk melakukan perbuatan yang dilarang”,
- Syaikh Muhammad  bin Sholeh Al ’Utsaimin –rahimahullah-, :
“termasuk dalam ayat ini larangan melihat wanita yang bukan istrinya, mendengarkan suaranya, menyentuhnya, sama saja apakah ketika itu dia sengaja untuk bersenang-senang dengannya ataupun tidak”
dengan pejelasan ayat di atas dan pendapat para ulama tentu sudah jelas bahwa pacaran hukumnya tidak boleh alias HARAM.
            Dalam surah Al-Isra dengan jelas tentang larangan mendekati zina, coba bayangkan mendekati saja sudah dilarang bagaimana kalau melakukannya. Coba perhatikan lagi dalam Shahihain dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagi setiap anak Adam bagiannya dari zina, ia mengalami hal tersebut secara pasti . Mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lisan zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang dan kaki zinanya adalah berjalan dan hati berhasrat dan berangan-angan dan hal tersebut dibenarkan oleh kemaluan atau didustakan”. (HR. Muslim, no.6925). nah.. dalam hadist ini secara jelas juga menyebutkan sebagian dari zina yang menyangkut dengan aktivitas pacaran. Dan pacaran tidak pernah lepas dengan yang namanya menyentuh, misalnya pegangan tangan, berpelukan, bergandengan tangan, -maaf- bahkan ada yang ciuman dan berhubungan Intim. Na’udzubillah…
            Yang mengkhwatirkan aktivitas semacam itu diaggap lumrah di kalangan anak muda zaman sekarang dalam hal berpacaran. Tanpa rasa malu serta berdosa memamerkan  kemesraannya di depan publik padahal mereka belum halal alias tidak ada ikatan pernikahan.
Cuma…
Kata ini sering menjadi alasan agar pacaran itu di bolehkan, misal :
-            Cuma pegangan tangan
Ingat shahihain dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu , Rasulullah mengatakan bahwa “…tangan zinanya adalah memegang…” dan perhatikan hadist dari Ma’qil bin Yasar ra  : “andaikan kepala seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ar-Ruyani dalam Musnadnya no.1282, Ath-Thabrani 20/no. 486-487 dan al-Baihaqi dalam syu’abul Iman no. 4544 dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Abani dalam Ash-Shahihah no. 226 ). Sudah jelaskan pegangan tangan itu hukumnya haram dalam Islam karena sebagian dari zina dan Allah dengan keras melarang mendekati zina apalagi melakukannya. Selain itu lebih baik kepala kita ditusuk jarum besi daripada menyentuh yang tidak halal bagi kita termasuk pegangan tangan, itu berati bahwa balasan untuk orang yang menyentuh yang bukan mahramnya lebih pedih dikepala yang ditusuk dengan jarum besi.  Pacaran zaman  sekarang bahkan ada terutama laki-laki yang berani memegangan selain tangan ( sebut saja meraba-raba ) apalagi dengan Suasana gelap dan sunyi. Na’udzubillah..
-            Cuma berdua-duaan kok!
Rasulullah SAW sudah menegaskan tentang khalwat (berdua-duaan dengan bukan dengan mahramnya ) dalam hadist; “janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita, karena sesungguhnya setan menjadi yang ketiga di antara mereka berdua.” (HR Ahmad, Ibn Hibban, Al-Thabrani, dan Al-Baihaqi) dan “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia berkhalwat dengan na seorang wanita tanpa ada mahram wanita tersebut karena setan menjadi yang ketiga di antara mereka berdua” (HR. Ahmad)
Mungkin ada yang berkomentar “masa berdua-duaan aja nggak boleh “ saya ingin jawab “ iya, nggak boleh”. Ketika tengah berdua-duaan dengan si pacar , yakin tidak berpikir aneh-aneh dengan suasana sunyi dan gelap menjadi kesempatan tepat untuk berpegangan, meraba-raba, dll. Bukankah itu semua atas nafsu semata atas bisikan setan. Dan tanpa diragukan memang inilah kenyataannya bahwa gaya pacaran zaman sekarang benar-benar memalukan. Moment berdua-duaan inilah yang selalu menjadi kesempatan laki-laki bejat untuk melancarkan aksinya tanpa memikirkan kerugian apa yang akan terjadi. Memang sih laki-laki tidak tampak bekasnya, nah kalau perempuan apa bisa di sembunyikan ? kalau perempuan ibarat piring yang pecah, lalu menyatukan kembali pecahannya itu dengan lem tetapi bekas pecahannya tetap berbekas.
-          Cuma lewat telepon aja kok, via sms aja kok, bbm aja kok..
Jangan lantaran hanya lewat via telepon, sms dll lalu mengatakan “Cuma” , apa yakin dalam obrolan itu tidak mengeluarkan kata-kata yang menggairahkan nafsu, mengeluarkan kata-kata yang tidak berguna. Hingga akhirnya keluarlah kata-kata yang bernafsu contoh “ udah makan sayang..?” dengan nada lembut, ada lagi “sebelum tutup telponnya, ciuman untuk saya mana sayang ?” meminta dengan penuh nafsu. Inilah kenyataan yang  memang terjadi cara berkomunikasi dengan si pacar di telepon, dan inilah yang pernah saya temui. Adapun dengan via sms, bahkan ada yang memajangnnya di dinding facebooknya, kalimat sayang serta menyertakan nama si pacar lalu di penuhi dengan emoticon seperti ‘kiss’, ‘hug’, ‘love’, dll…
Ibnu Baththal berkata => Melihat dengan syahwat, berbicara secara vulgar, dan membayangkan sesuatu disebut ‘zina’ karena semua perbuatan di atas merupakan faktor pendorong terjadinya zina yang hakiki. Terkadang , penyebab suatu perbuatan itu diberi nama dengan perbuatan itu sendiri karena keduanya memiliki keterkaitan.( Syarh Bukhari oleh Ibnu Baththal,19:414)
-          Aku cinta dan sayang sama dia..
Teman-temanku yang hebat, cinta itu fitrah dari Allah SWT, dan Allah menganjurkan kita untuk saling mencintai sesama. Bukan berarti karena cinta kamu harus mengajaknya pacaran, apakah kamu tidak peduli dengan masa depannya ?. Apakah kamu ingin menodai kesucian hatinya ?.
Jika kamu mencintainya nikahi dia karena menikahlah cara yang satu-satunya diridhoi oleh Allah untuk mengatasi syahwat kita, kalau memang belum siap maka sabar dan tabahlah. Cukup berdo’a lalu memohon untuk menjodohkanmu dengan wanita yang lebih baik darinya. Apalagi jika kamu masih harus fokus dengan studimu, maka selesaikanlah studimu lalu kejarlah cita-citamu, menjadi orang yang mapan lalu lamarlah pujaan hatimu.
Ada juga yang pacaran dan memang tidak pernah berbuat aneh-aneh dengan pacarnya, seperti berpelukan, pegangan tangan, apalagi menciumnya tidak pernah dilakukannya. Meskipun demikian kamu lakukan dengan pacarmu tetaplah tidak boleh, kenapa ? karena kita di perintahkan untuk menjaga hati jangan sampai terjadi perzinaan yaitu zina hati, Allah menciptakan hati itu hanya untuk mengingat-Nya tidak boleh hati itu untuk mengingat selain Allah, apalagi sampai menimbulkan rasa rindu yang berlebihan. Jika kita memikirkan orang tua itu adalah karena Allah dan memang Allah memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika kita memikirkan sekolah itu adalah perintah Allah untuk menuntut ilmu terutama Agama, memikirkan rezeki itu juga kerena Allah karena kita diperintahkan untuk menjemput rezeki dankarunia-Nya. Jadi tentu kita tidak boleh memikirkan sesuatu yang hanya didasarkan rasa rindu kepada wanita/laki-laki yang belum halal bagi kita, dan nafsu belaka.
Ibnu Taimyah berkata : “jika seseorang memikirkan sesuatu hingga lupa pada Allah maka seakan-akan ia telah memiliki  Tuhan baru”


Buat apa pacaran jika hanya maksiat, jika kita selalu berdiri pada pendirian kita dan meninggalkan karena takut maksiat maka Allah SWT akan menggatikan yang lebih baik. Teman-temanku yang hebat, hayoo.. mulai sekarang kita tinggalkan “pacaran”, buat apa kita mempertahankannya jika hanya mengantarkan pada keburukan. Kita sudah tahu bahwa sejatinya pacaran hanyalah mendekatkan diri kita pada kemaksiatan, kenikmatan sesaat, bahkan zina. Zina yang merupakan dosa besar di sisi Allah SWT. Allah maha penyayang tentulah Allah akan menjauhkan hamba-Nya kepada hal-hal yang merugi, Allah yang memberikan petunjuk yang jelas yaitu Al-Qur’an, bukalah dan bacalah Al-Qur’an maka kamu akan menemukan bukti kasih sayang-Nya, salah satunya yang berkaitan dengan pembahasan pada bagian ini ialah “ memerintahkan kita untuk menjauhi ZINA”. 

Puisi

Merantau  
Ku datang dari sedikit yang tahu
Menjadi sendiri dalam waktu
Tapi kujalani untuk yang indah
Ya…Allah lindungi Aku

Mengejar mimpi dikota orang
Tiada yang kutahu selain diriku
Do’a dalam hati yang meminta
Ya... Allah kabulkan Do’a ku

Berbeda dari asalku
Ini bukan duniaku
Diriku mencari ridha-Mu
Ya… Allah lindungi Aku

Hati sendiri karena rindu
Menanam kekuatan demi mimpi
Mimpi mengharap senyuman
Ya… Allah kabulkan Do’a ku

Ku berdiri tiada cahaya
Ku sadar aku baru berlari
Diantara pengejar mimpi
Ya… Allah lindungi Aku

Dunia bukan diharap
Setelah ini yang indah
Dunia, kesempatan
Untuk yang indah setelah ini…


                                             By Muhammad Dedi Jabir

puisi

Merantau  
Ku datang dari sedikit yang tahu
Menjadi sendiri dalam waktu
Tapi kujalani untuk yang indah
Ya…Allah lindungi Aku

Mengejar mimpi dikota orang
Tiada yang kutahu selain diriku
Do’a dalam hati yang meminta
Ya... Allah kabulkan Do’a ku

Berbeda dari asalku
Ini bukan duniaku
Diriku mencari ridha-Mu
Ya… Allah lindungi Aku

Hati sendiri karena rindu
Menanam kekuatan demi mimpi
Mimpi mengharap senyuman
Ya… Allah kabulkan Do’a ku

Ku berdiri tiada cahaya
Ku sadar aku baru berlari
Diantara pengejar mimpi
Ya… Allah lindungi Aku

Dunia bukan diharap
Setelah ini yang indah
Dunia, kesempatan
Untuk yang indah setelah ini…


                                             By Muhammad Dedi Jabir